Liburan ke Eropa sering kali menjadi impian banyak orang. Kota-kota bersejarah, lanskap klasik, museum kelas dunia, hingga budaya kuliner yang beragam membuat wisatawan ingin mempersiapkan segalanya dengan matang. Tak jarang, koper pun dipenuhi berbagai barang “jaga-jaga” yang pada akhirnya justru jarang digunakan.
Padahal, para pakar perjalanan sepakat bahwa kunci perjalanan yang nyaman adalah berkemas secara cerdas dan ringkas. Membawa terlalu banyak barang bukan hanya merepotkan saat berpindah kota, tetapi juga bisa menambah biaya bagasi, memperlambat mobilitas, hingga mengurangi fleksibilitas saat eksplorasi.
Dilansir dari HuffPost, berikut ini adalah lima barang yang sebaiknya tidak dibawa saat liburan ke Eropa, lengkap dengan alasannya serta alternatif yang lebih bijak.
1. Sepatu Hak Tinggi
Bagi sebagian orang, sepatu hak tinggi identik dengan gaya dan kepercayaan diri. Namun, ketika berbicara tentang liburan ke Eropa, high heels justru sering masuk daftar barang paling tidak berguna.
Banyak kota di Eropa—seperti Paris, Roma, Barcelona, Praha, atau Amsterdam—paling nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Jalanan berbatu, trotoar sempit, tangga-tangga tua, hingga jalur menanjak di kawasan bersejarah membuat sepatu hak tinggi menjadi pilihan yang kurang bijak.
“High heels sama sekali tidak cocok untuk jalanan berbatu dan bisa menyebabkan cedera pergelangan kaki,” ujar Liam Dunch dari Abercrombie & Kent.
Alternatif yang lebih tepat:
- Sneakers yang nyaman namun tetap stylish
- Sepatu flat dengan bantalan empuk
- Sandal ringan untuk musim panas
Dengan sepatu yang tepat, kamu bisa berjalan lebih jauh, menikmati kota lebih lama, dan pulang tanpa rasa pegal berlebihan.
2. Snack dari Rumah
Banyak wisatawan Indonesia terbiasa membawa snack dari rumah dengan alasan takut tidak cocok dengan makanan setempat. Padahal, membawa terlalu banyak makanan ringan justru akan memakan ruang koper dan sering kali tidak terpakai.
Menurut jurnalis perjalanan La Carmina, membawa snack dari rumah sebenarnya tidak diperlukan, kecuali jika kamu memiliki kebutuhan diet khusus atau alergi tertentu.
“Eropa penuh dengan kafe, supermarket, dan toko roti yang murah dan lezat,” ujarnya.
Di hampir setiap kota Eropa, kamu bisa dengan mudah menemukan:
- Supermarket lokal dengan harga terjangkau
- Toko roti yang menjual pastry segar
- Makanan ringan khas daerah, seperti pastel Malta, croissant Prancis, hingga open sandwich Denmark
Keuntungan tidak membawa snack dari rumah:
- Koper lebih ringan
- Kesempatan mencoba kuliner lokal lebih besar
- Tidak repot dengan aturan bea cukai makanan
3. Pakaian Terlalu Banyak dan Berlebihan
Salah satu kesalahan paling umum saat liburan ke Eropa adalah membawa terlalu banyak pakaian. Banyak traveler ingin tampil berbeda di setiap foto, sehingga membawa baju untuk setiap hari perjalanan.
Faktanya, layering dan mix-and-match jauh lebih efektif daripada membawa banyak pakaian. Selain itu, hampir semua kota di Eropa memiliki layanan laundry yang mudah diakses, baik di hotel maupun laundromat umum.
Mengapa pakaian berlebihan sebaiknya dihindari?
- Koper jadi berat dan sulit dibawa naik turun tangga stasiun
- Menyulitkan saat berpindah kota dengan kereta
- Mengurangi ruang untuk oleh-oleh
Solusi cerdas:
- Pilih pakaian netral yang mudah dipadukan
- Bawa pakaian multifungsi (bisa formal dan kasual)
- Cuci pakaian di tengah perjalanan
4. Peralatan Elektronik yang Tidak Perlu
Laptop besar, kamera berukuran profesional, tripod berat, hingga berbagai gadget cadangan sering kali ikut masuk koper “jaga-jaga”. Padahal, sebagian besar traveler modern sudah cukup mengandalkan smartphone.
Membawa terlalu banyak elektronik bukan hanya merepotkan, tetapi juga meningkatkan risiko:
- Kehilangan
- Kerusakan
- Pemeriksaan keamanan bandara yang lebih lama
Jika tujuan liburanmu adalah eksplorasi santai, bukan produksi konten profesional, maka membawa gadget seminimal mungkin adalah pilihan terbaik.
Cukup bawa:
- Smartphone dengan kamera memadai
- Power bank sesuai aturan maskapai
- Charger universal dengan adaptor colokan Eropa
5. Tas Besar atau Terlalu Banyak Tas
Tas besar memang terlihat praktis karena muat banyak barang. Namun di Eropa, tas besar justru bisa menjadi beban, terutama di kota-kota dengan transportasi umum padat.
Selain itu, tas besar juga:
- Kurang nyaman saat berjalan kaki lama
- Lebih berisiko menjadi target pencopet
- Menyulitkan saat masuk museum atau restoran
Banyak destinasi di Eropa bahkan menerapkan pembatasan ukuran tas untuk alasan keamanan.
Pilihan yang lebih aman dan praktis:
- Daypack kecil
- Sling bag anti-maling
- Tas dengan resleting tersembunyi
Mengapa Packing Ringkas Sangat Penting di Eropa?
Berbeda dengan liburan resort yang cenderung statis, liburan ke Eropa sering melibatkan:
- Perpindahan kota
- Naik turun kereta
- Jalan kaki jarak jauh
- Menginap di akomodasi tanpa lift
Packing yang ringkas membuatmu:
- Lebih fleksibel
- Lebih hemat energi
- Lebih menikmati perjalanan
Kesimpulan
Liburan ke Eropa tidak menuntut koper besar dan penuh. Justru sebaliknya, semakin ringkas barang bawaanmu, semakin nyaman perjalanan yang akan kamu rasakan. Sepatu hak tinggi, snack dari rumah, pakaian berlebihan, gadget tak terpakai, dan tas besar adalah contoh barang yang sering kali hanya menjadi beban.
Dengan berkemas secara cerdas, kamu bisa fokus pada hal terpenting: menikmati pengalaman, budaya, dan keindahan Eropa tanpa repot membawa beban yang tidak perlu.
Baca Juga : TSA Ungkap Barang Terlarang di Pesawat, Denda Bisa Rp270 Juta
Cek Juga Artikel Dari Platform : dapurkuliner
