liburanyuk – Perayaan Imlek 2026 di China tahun ini menunjukkan tren baru dalam perilaku wisatawan. Data terbaru mengindikasikan peningkatan signifikan jumlah wisatawan China yang melakukan perjalanan ke luar negeri, sementara destinasi populer seperti Jepang justru mengalami penurunan minat.
1. Peningkatan Wisatawan ke Luar Negeri
Selama liburan Imlek, jumlah wisatawan China yang berpergian ke negara lain meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor utamanya adalah pemulihan ekonomi pasca pandemi, serta keinginan masyarakat untuk menikmati pengalaman perjalanan internasional setelah sekian lama membatasi mobilitas.
2. Penurunan Minat ke Jepang
Meskipun Jepang selalu menjadi tujuan populer, tahun ini terjadi penurunan minat wisatawan China. Beberapa faktor diduga memengaruhi hal ini, termasuk ketatnya protokol masuk, biaya perjalanan yang relatif tinggi, dan persaingan dengan destinasi lain yang menawarkan pengalaman liburan lebih menarik dan hemat.
3. Destinasi Alternatif yang Semakin Diminati
Wisatawan China mulai mencari destinasi baru di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa. Faktor utama yang menarik adalah kemudahan visa, biaya lebih terjangkau, serta variasi pengalaman wisata yang berbeda dari sebelumnya. Negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab mencatat peningkatan kunjungan signifikan.
4. Tren Wisatawan Millennial dan Keluarga
Segmentasi wisatawan muda dan keluarga menunjukkan preferensi pada destinasi yang menawarkan kombinasi budaya, kuliner, dan hiburan modern. Pengalaman unik seperti paket wisata tematik, destinasi instagramable, dan aktivitas interaktif menjadi pertimbangan utama dibanding sekadar destinasi populer.
5. Implikasi bagi Industri Pariwisata
Perubahan preferensi ini menuntut pelaku industri pariwisata untuk beradaptasi. Promosi kreatif, penyesuaian harga, dan penyediaan pengalaman unik menjadi kunci agar destinasi tetap kompetitif di mata wisatawan China yang semakin kritis.
Tren liburan Imlek 2026 menunjukkan bahwa meskipun jumlah wisatawan China ke luar negeri meningkat, mereka lebih selektif dalam memilih destinasi. Jepang harus berinovasi untuk tetap menarik, sementara negara lain mendapat peluang untuk menarik perhatian pasar wisatawan terbesar di dunia ini.
