Tokyo selalu menjadi destinasi impian banyak wisatawan Indonesia. Kota metropolitan ini dikenal dengan perpaduan budaya tradisional dan modern yang berjalan berdampingan secara harmonis. Namun, mengunjungi Tokyo saat pergantian tahun menghadirkan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan musim liburan lainnya.
Jika di banyak negara malam tahun baru identik dengan pesta kembang api besar dan keramaian hingga dini hari, di Jepang suasananya justru lebih tenang dan reflektif. Tahun Baru di Jepang dikenal sebagai Shogatsu, momen liburan paling penting dalam setahun yang berfokus pada keluarga, doa, dan tradisi. Kota Tokyo memang tetap hidup, tetapi ritmenya melambat, memberikan pengalaman unik yang jarang dirasakan wisatawan.
Namun, liburan Tahun Baru di Tokyo juga memiliki tantangan tersendiri. Banyak tempat tidak beroperasi seperti hari biasa, dan tanpa persiapan matang, perjalanan bisa terasa membingungkan. Karena itu, panduan ini akan membantumu memahami tradisi, aktivitas menarik, serta tips penting agar liburan Tahun Baru di Tokyo tetap nyaman dan berkesan.
Memahami Shogatsu Tradisi Tahun Baru Jepang
Shogatsu bukan sekadar pergantian kalender, melainkan simbol awal yang bersih dan penuh harapan. Warga Jepang memanfaatkan momen ini untuk refleksi diri, berdoa, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Suasana kota terasa lebih sunyi, tetapi justru di situlah daya tariknya.
Sebagian besar orang Jepang mengambil cuti panjang, pulang ke kampung halaman, atau berkumpul di rumah. Hal ini menyebabkan beberapa area bisnis tutup, sementara kuil dan tempat ibadah justru dipadati pengunjung.
Tradisi dan Acara Menarik di Tokyo Saat Tahun Baru
Hatsumode Kunjungan Kuil Pertama
Hatsumode adalah agenda wajib bagi warga Jepang. Tradisi ini berupa kunjungan pertama ke kuil atau shrine pada awal tahun untuk memanjatkan doa keberuntungan.
Di Tokyo, dua lokasi paling populer adalah Meiji Jingu dan Sensoji. Ribuan hingga jutaan orang datang sejak tengah malam 1 Januari. Suasananya magis, penuh aroma makanan kaki lima, suara doa, dan lentera yang menyala.
Jika ingin pengalaman lebih nyaman, kamu bisa datang pada tanggal 2 atau 3 Januari ketika antrean sudah lebih longgar.
Joya no Kane Lonceng 108 Kali
Pada malam pergantian tahun, kuil-kuil Buddha di seluruh Jepang membunyikan lonceng besar sebanyak 108 kali. Ritual ini melambangkan penghapusan 108 nafsu duniawi manusia.
Beberapa kuil di Tokyo, termasuk Sensoji dan Zojoji, bahkan memperbolehkan pengunjung ikut membunyikan lonceng secara bergantian. Menyaksikan atau ikut tradisi ini memberikan pengalaman spiritual yang sangat berkesan.
Hatsuhinode Menyambut Matahari Pertama
Melihat matahari terbit pertama di tahun baru dipercaya membawa keberuntungan. Di Tokyo, lokasi favorit untuk Hatsuhinode antara lain Tokyo Skytree, Tokyo Tower, dan kawasan Odaiba.
Namun perlu diingat, lokasi-lokasi ini sangat ramai. Jika ingin menikmati suasana lebih santai, beberapa taman kota atau area pinggir sungai bisa menjadi alternatif.
Sapaan Tahun Baru Kaisar
Pada tanggal 2 Januari, masyarakat umum diizinkan masuk ke area dalam Imperial Palace Tokyo. Ini adalah momen langka ketika Kaisar Jepang dan keluarga kerajaan menyapa rakyat dari balkon istana.
Acara ini gratis, tetapi sangat ramai. Pengunjung biasanya datang sejak pagi untuk mendapatkan posisi terbaik.
Berburu Fukubukuro Tas Keberuntungan
Mulai 2 Januari, pusat perbelanjaan di kawasan Ginza, Shibuya, dan Shinjuku menjual Fukubukuro atau “tas keberuntungan”. Isinya adalah barang acak dengan nilai lebih tinggi dari harga tasnya.
Berburu Fukubukuro menjadi tradisi belanja yang sangat populer, bahkan sering dianggap sebagai kompetisi kecil antar pemburu diskon.
Festival Kitsune no Gyoretsu
Festival unik ini terinspirasi dari legenda rubah Jepang. Kitsune no Gyoretsu berlangsung dari 31 Desember hingga 1 Januari di kawasan Oji. Ratusan peserta mengenakan topeng rubah dan membawa lentera, berjalan dari Kuil Shozoku Inari menuju Oji Inari.
Festival ini sangat fotogenik dan cocok bagi wisatawan yang ingin melihat sisi folklor Jepang yang jarang terekspos.
Hal Penting yang Wajib Diperhatikan
Banyak Tempat Tutup
Periode 29 Desember hingga 3 atau 4 Januari adalah masa libur nasional. Banyak toko, restoran kecil, bank, museum, dan kantor tutup, terutama pada 1 Januari. Selalu cek situs resmi destinasi sebelum berkunjung.
Restoran Terbatas
Di tanggal 1 Januari, pilihan makan sangat terbatas. Penyelamat utama adalah konbini, restoran cepat saji, restoran keluarga, dan restoran di hotel atau mal besar.
Transportasi Tetap Berjalan
Kereta dan bus tetap beroperasi, tetapi dengan jadwal khusus. Akhir Desember dan awal Januari juga merupakan periode arus mudik dan balik warga Jepang, sehingga transportasi umum bisa sangat padat.
Tips Jitu Liburan Tahun Baru di Tokyo
Siapkan Uang Tunai Lebih
Meski pembayaran digital umum, beberapa ATM bank kecil tidak beroperasi selama libur nasional. Uang tunai sangat penting, terutama di kuil dan toko kecil.
Reservasi Jauh Hari
Tiket Shinkansen, restoran khusus malam tahun baru, dan observatorium populer harus dipesan jauh-jauh hari. Tiket dadakan hampir mustahil didapat.
Hindari Keramaian Ekstrem
Jika tidak suka desak-desakan, hindari Hatsumode tepat tengah malam. Datang di hari kedua atau ketiga jauh lebih nyaman.
Manfaatkan Winter Sale
Diskon besar-besaran dimulai awal Januari. Ini waktu terbaik membeli produk fashion dan elektronik dengan harga lebih miring.
Penutup
Liburan Tahun Baru di Tokyo bukan tentang pesta besar, melainkan pengalaman budaya yang mendalam dan penuh makna. Tradisi Shogatsu, suasana kota yang lebih tenang, serta ritual-ritual unik menjadikan momen ini sangat istimewa bagi wisatawan.
Dengan persiapan yang matang, pemahaman tradisi, dan strategi yang tepat, liburan Tahun Baru di Tokyo bisa menjadi salah satu perjalanan paling berkesan dalam hidupmu. Bukan sekadar jalan-jalan, tetapi pengalaman budaya yang akan terus diingat bahkan setelah tahun baru berlalu.
Baca Juga : DIY Siapkan Destinasi Wisata Sambut Libur Natal dan Tahun Baru
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : infowarkop
