Merencanakan liburan memang menyenangkan, tetapi tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, kegiatan ini bisa berdampak pada kondisi finansial. Perencana keuangan sekaligus pendiri CerdasKeuangan, Erlina Juwita, menekankan pentingnya menyusun anggaran liburan sejak jauh hari agar tetap seimbang dengan kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, alokasi dana liburan idealnya berada di kisaran 5 hingga 10 persen dari total pendapatan. Dengan perencanaan yang matang, liburan tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu arus kas.
Alokasi Ideal untuk Liburan
Erlina menyarankan agar masyarakat tidak menjadikan liburan sebagai pengeluaran impulsif. Sebaliknya, liburan harus masuk dalam perencanaan keuangan yang terstruktur.
Dengan alokasi 5-10 persen dari pendapatan, seseorang tetap dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan rutin, tabungan, dan hiburan. Hal ini penting agar kondisi finansial tetap stabil dalam jangka panjang.
Selain itu, perencanaan juga perlu menyesuaikan kondisi terkini, seperti kenaikan harga tiket transportasi yang dapat memengaruhi total biaya perjalanan.
Menyesuaikan Rencana dengan Kondisi
Kenaikan harga tiket pesawat, yang dipicu oleh peningkatan harga avtur, menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan. Kondisi ini membuat biaya liburan cenderung lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Namun, bukan berarti liburan harus dibatalkan. Erlina menekankan bahwa masyarakat bisa melakukan penyesuaian, seperti memilih waktu perjalanan di luar musim ramai, mencari destinasi yang lebih terjangkau, atau memilih akomodasi dengan harga yang lebih ekonomis.
Pendekatan fleksibel ini memungkinkan liburan tetap berjalan tanpa membebani keuangan.
Pentingnya Dana Khusus Liburan
Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menggunakan tabungan utama untuk biaya liburan. Padahal, idealnya liburan memiliki pos anggaran tersendiri.
Dengan adanya dana khusus, kebutuhan lain seperti dana darurat atau tabungan jangka panjang tetap aman. Ini juga membantu menjaga disiplin dalam mengelola keuangan.
Erlina menekankan bahwa kebiasaan ini bisa dimulai dari langkah sederhana.
Mulai Menabung dari Awal
Untuk membangun kebiasaan menabung, langkah paling efektif adalah menyisihkan dana di awal, bukan dari sisa pengeluaran. Metode ini membantu memastikan bahwa tabungan tetap konsisten.
Ia juga menyarankan untuk memulai dari nominal kecil dan melakukannya secara otomatis setiap bulan. Dengan cara ini, disiplin finansial dapat terbentuk secara bertahap tanpa terasa berat.
Hindari Liburan dengan Utang
Erlina juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri berlibur jika anggaran belum mencukupi. Terlebih jika harus menggunakan utang, hal tersebut dapat menjadi beban di kemudian hari.
Utang untuk kebutuhan konsumtif seperti liburan berpotensi mengganggu cash flow dan menciptakan tekanan finansial yang tidak perlu.
Kesimpulan
Liburan tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan, asalkan direncanakan dengan baik. Dengan mengalokasikan anggaran sekitar 5-10 persen dari pendapatan, menabung secara konsisten, serta menghindari utang, aktivitas liburan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan tanpa risiko finansial.
Perencanaan yang matang adalah kunci utama—karena liburan seharusnya memberi kebahagiaan, bukan beban di kemudian hari.
Baca Juga : Ide Liburan Hemat dan Seru Long Weekend di Jakarta
Cek Juga Artikel Dari Platform : jelajahhijau
