Jika beberapa tahun lalu tren liburan didominasi oleh destinasi pantai tropis yang hangat, tahun 2026 membawa pergeseran yang cukup signifikan. Fenomena yang kini tengah naik daun adalah “Coolcation”—gabungan dari kata cool (dingin) dan vacation (liburan).
Alih-alih mencari terik matahari, wisatawan justru sengaja mencari destinasi dengan suhu udara sejuk atau dingin untuk melarikan diri dari suhu bumi yang semakin panas. Mengapa tren ini menjadi pilihan utama tahun ini?
1. Pelarian dari Global Boiling
Dunia saat ini sedang menghadapi suhu ekstrem yang memecahkan rekor dari tahun ke tahun. Wisatawan mulai merasa bahwa berlibur ke daerah tropis yang panas justru menambah beban fisik. Destinasi dengan udara sejuk, seperti pegunungan, negara-negara Nordik, atau kawasan dataran tinggi, kini menjadi “tempat berlindung” yang nyaman untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
2. Aktivitas yang Lebih Nyaman
Banyak wisatawan kini menyadari bahwa melakukan aktivitas luar ruangan (outdoor) di tengah suhu panas sangat melelahkan dan berisiko bagi kesehatan. Dengan tren coolcation:
- Hiking dan Trekking: Menjadi jauh lebih menyenangkan tanpa risiko heatstroke atau kelelahan berlebih.
- Eksplorasi Budaya: Berjalan kaki mengelilingi kota bersejarah menjadi lebih santai dan berenergi di iklim yang dingin.
- Kualitas Tidur: Tidur di lingkungan dengan suhu udara yang sejuk cenderung jauh lebih berkualitas, yang merupakan esensi dari liburan yang sesungguhnya.
3. Estetika dan Keunikan Pengalaman
Destinasi dingin sering kali menawarkan lanskap yang dramatis dan berbeda, seperti kabut pegunungan, hutan pinus, hingga fenomena alam di kawasan kutub. Konten yang dihasilkan dari coolcation pun cenderung memiliki estetika yang unik—seperti suasana cozy dengan pakaian layering atau momen minum kopi hangat di tengah suhu dingin—yang sangat digemari di media sosial saat ini.
4. Mendukung Slow Travel
Coolcation sering kali berjalan beriringan dengan prinsip slow travel. Wisatawan cenderung menghabiskan waktu lebih lama di satu tempat untuk beradaptasi dengan lingkungan dingin, daripada berpindah-pindah kota dengan cepat. Ini memungkinkan wisatawan untuk benar-benar merasakan budaya lokal, menikmati kuliner hangat, dan menjalin hubungan yang lebih dalam dengan destinasi yang dikunjungi.
Rekomendasi Destinasi Coolcation
Bagi Anda yang ingin menjajal tren ini, berikut adalah tipe destinasi yang sedang populer:
- Dataran Tinggi Lokal: Mengunjungi wilayah pegunungan yang memiliki udara sejuk sepanjang tahun.
- Negara Subtropis: Mengunjungi wilayah di belahan bumi utara atau selatan saat sedang memasuki musim gugur atau dingin.
- Kawasan Hutan Pinus/Pegunungan: Destinasi yang mengedepankan ketenangan dengan suhu udara yang rendah.
Kesimpulan: Liburan untuk Kesehatan
Coolcation bukan sekadar tren sesaat, melainkan bentuk adaptasi wisatawan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental saat berlibur. Di tahun 2026, kemewahan liburan bukan lagi tentang seberapa banyak tempat yang dikunjungi, melainkan seberapa nyaman dan menyegarkan pengalaman tersebut bagi diri kita sendiri.
